Assalamu’alaikum sahabat mq muda yang berprestasi luar biasa, ehe, ini pertama kalinya Vea membuat catatan islami sendiri, deg-deg-an juga, kalau ada yang salah mohon diluruskan ya, soalnya Vea juga masih harus menuntut ilmu lebih banyak lagi. walau sebenarnya catatan ini dibuat udah agak lama, tapi insya allah moal bulukan (naon sih ve?) da ilmu mah sampai kapan pun akan ada manfaatnya, betul tidak?
Nah, catatan kali ini, Vea terinspirasi dari sebuah status sahabat Vea di fb. Celutuknya, “Heran ih jaman ayeuna, pas piala dunia meuni ngabebelaan begadang nonton bola, ari di ajak shalat tahajud mah meuni hararese.” (Heran ya zaman sekarang, waktu ada piala dunia sampai begadang nonton bola, tapi saat diajak Shalat Tahajud susah banget).
Dari situ we langsung dapet pemikiran, ‘iya yah, orang-orang zaman sekarang mah bela-belain begadang buat nonton bola tapi kalau untuk shalat tahajud, yang hanya 2 rakaat saja paling sedikitnya, malasnya bukan main, malah pada milih tidur dibanding shalat’.
Nach, sahabat, sebelumnya vea mau cerita dulu nich. Cerita ini bukan sembarang cerita, di mana sang tokoh utama adalah orang-orang yang hebat, yang rajin mengerjakan shalat malam.
Cerita pertama kita mulai dari Abu Hurairah, sang periwayat hadist. Tahukah sahabat, Abu Hurairah membagi waktu malamnya menjadi tiga? Satu untuknya, satu untuk istrinya dan satu lagi untuk pelayan yang beliau kasihi. Jika salah satu dari mereka selesai mendirikan shalat malam, maka mereka bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah… Tak tergerakkah hati sahabat? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat dengan sahabat, keluarga sahabat ?
Cerita selanjutnya adalah mengenai Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatnya sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Tahukah sahabat, pada suatu hari seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari dirinya, katanya, ” Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.” Kemenangan demi kemenangan ia raih bersama pasukannya. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, ” Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan”.
Tahukah sahabat dengan orang yang selalu setia mendampingi Nuruddin? Dialah sang istri tercinta, Khotun binti Atabik. Malam-malam mereka adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik mereka saat air mata mereka jatuh berderai dalam sujud yang panjang.
Pada suatu hari ada kejadian yang membuat Khotun tampak murung. Nuruddin bertanya padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Dan tahukah sahabat, Nuruddin merasa sangat menyesal telah membuat belahan jiwanya itu kecewa. Segera setelah peristiwa itu dia bayar saja penyesalannya dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu diperintahkannya untuk menabuh genderang agar mereka terbangun di sepertiga malamnya. Subhanallah, sahabat, pernahkah sahabat merasa sedih karena tidak bisa mengerjakan shalat malam? Cobalah sahabat hitung, telah berapa lama kah malam-malam sahabat terlewatkan begitu saja, tanpa merasakan kenikmatan bersama Sang Khalik?
Lain lagi dengan Sholahuddin Al-Ayyubi, sang pengukir tinta emas, seorang panglima perang dalam perjuangan pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati. Orang-orang yang hidup di zamannya mengenalnya tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama’ah. Kesenangannya adalah mendengarkan bacaan Al-qur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamnya adalah saat yang paling ia tunggu. Saat-saat dimana dia bercengkerama dengan Tuhannya. Sedangkan siang harinya adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintanya pada Allah.
Pernahkah sahabat mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Ya, Sultan Muhammad Al Fatih. Beliaulah orang di balik peristiwa itu. Beliau sangat lihai dalam memimpin bala tentaranya. Namun tahukah sahabat bahwa sehari sebelum penaklukan itu, dia telah memerintahkan kepada pasukannya untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, mereka melaksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya.
Tahukah sahabat dengan Imam Nawawi? Suatu hari muridnya bertanya padanya, “bagaimana guru bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan guru beristirahat, bagaimana guru mengatur tidurnya? Lalu Imam Nawawi menjelaskan padanya, “Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku.”
Sahabat, tak tergerakkah hati sahabat untuk melaksanakan shalat malam? Betapa banyak keutamaan-keutamaannya. Tak pernahkah sahabat mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.”
Tahukah sahabat semua bahwa sesungguhnya shalat malam meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain. Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.
Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.
Sahabat, perlu sahabat ketahui, ketika sahabat tertidur pulas, syetan mengikat tengkuk leher sahabat dengan 3 ikatan. Syetan lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!”.
Sadarlah sahabat! Bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatan sahabat untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.
Sahabat, tidakkah sahabat tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah sahabat tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni.” Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.
Sahabat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman dalam Al-qur’an: "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 ).
Subhanallah, begitu banyak manfaat dari shalat malam untuk kita. Baik manfaat untuk hidup kita di dunia maupun di akhirat nanti.
Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat bagi vea sendiri khususnya sebagai yang menulis dan untuk para pembaca pada umumnya. Jadi, ayo kita bersama-sama mulai berbenah diri dan melaksanakan segala perintah-Nya.
Bandung barat, 17 Juli 2010 pukul 07.00 WIB
Terima kasih untuk Allah yang telah memberi kesempatan pada Vea untuk menulis catatan inim kemudian, terima kasih juga kepada para sahabat serta pengurus mq muda yang telah memberi inspirasi dan juga dorongan serta semangat, dan juga ilmu yang didapat dari catatan kang wildan. Jazakallah
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar